Foto: GWA USS/Fortasi Banyumas
Lingkar Keadilan, BANYUMAS - Seorang anggota rescue dari Basarnas dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik, saat melakukan perbaikan antena komunikasi potensi (Ripiter) yang roboh. Peristiwa terjadi pada Kamis malam, 27 Maret 2025, sekitar pukul 20.25 WIB, di Unit Siaga Sar (USS), Sokaraja, Banyumas.
Kejadian bermula ketika antena Ripiter yang terpasang di depan USS Banyumas tumbang dan menimpa jaringan induk PLN.
Sejumlah pekerja yang terdiri dari Sudimin, Suyanto, Ilham, Satrio dan Bayu langsung melakukan perbaikan pada antena tersebut.
Namun, saat mereka sedang bekerja, terjadi percikan listrik yang menjalar hingga ke dasar tanah, menyebabkan kelima pekerja tersengat listrik.
"Pada saat kejadian, Panggih, seorang petugas keamanan USS, dan Irfanda yang berada di lokasi mendengar teriakan keras dari Bayu. sementara empat lainnya mengalami luka-luka saat sedang
Segera setelah itu, mereka bergegas memberikan pertolongan," kata Kepala Unit Siaga Sar (USS) Basarnas Banyumas, Trisno.
Sekitar pukul 20.30 WIB, korban yang terkena sengatan listrik, yaitu Suyanto, Sudimin dan Bayu, dilarikan ke Rumah Sakit Margono, Purwokerto.
Sesampainya di rumah sakit pada pukul 20.36 WIB, para korban segera mendapat perawatan medis.
Namun, meskipun upaya penyelamatan dilakukan, kondisi Bayu sangat kritis.
"Berdasarkan pemeriksaan EKG, kondisi jantung Bayu sudah flat dan tanpa nadi, sehingga dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis," ungkap Trisno.
Suyanto dan Sudimin mengalami luka bakar parah di tangan dan kaki, dengan lepuhan pada kulit mereka.
Sementara itu, Ilham dan Satrio yang terpental akibat sengatan listrik dilaporkan dalam kondisi aman meskipun mengalami cedera ringan.
Trisno merasa prihatin atas kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim medis telah melakukan upaya maksimal dalam memberikan pertolongan.
"Kami sangat berduka atas kejadian ini, dan kami mengutamakan keselamatan para petugas dalam setiap operasi," ujarnya.
Post a Comment